21 Feb
2012

Midnight Rumbling #404

Perjalanan seribu mil diawali dengan satu langkah kecil. Wrong, Perjalanan apa saja dimulai dengan niat, (dan btw, mil adalah satuan yang digunakan orang goblok yang anti kemapanan satuan, gunakan metric system god damn it!) Terus mengenai niat tadi, sebenarnya satu langkah kecil sebagai awal, atau satu langkah dalam hati sebagai awal bukanlah masalah.

The Prime Example

The Prime Example

Hasil akhir vs Proses
Mana yang lebih penting, Hasil akhir atau Proses? Sama seperti pertanyaan mana yang lebih penting Makan atau Minum. Tentunya saya akan memilih makan. Tanpa minum saya akan tetep survive… dengan makan es cendol, es campur, es dawet, dan segala macamnya…. hehe. Saya mungkin juga akan memilih Hasil, sebagai hal yang lebih penting. Proses lebih penting yah? bisa untuk pembelajaran? Kalau saya sukses, itu artinya saya sudah belajar dong! Atau saya begitu pandainya sampai-sampai tidak perlu belajar kan? Use Logic. Yang penting prosesnya benar, tidak merugikan orang lain. itu cukup. Proses penting? Penting dong, tapi dalam perusahaan, laporan mana yang lebih enak bagai para pemegang saham? selembar laporan yang diketik dari notepad dengan font comic sans bertuliskan “Laba perusahaan meningkat 50% dibanding tahun lalu” atau 60 lembar power point profesional yang menjelaskan kenapa perusahaan tahun ini defisit 10 milyar? Apa pemegang saham itu mau menerima alasan “Perusahaan gagal karena ini dan itu, tapi yang penting kami telah berusaha dengan keras…” Yeah good luck with that. Hanya saja kadang bungkus lebih menjual daripada isi, sebagaimana layaknya yang terjadi di negeri ini. Di mana kata-kata menutupi makna, di mana bumbu rempah, saos, dan kecap menutupi rasa nasi 5 hari yang lalu yang sudah basi.

Fokus
Jujur saya ngantuk kalau mendengarkan khotbah jumat. Namun beberapa khotib mampu mengusir kantuk itu dengan mudahnya, bukan dengan teguran, bukan dengan cerita yang kita tahu sama tahu dan diceritakan lagi untuk kali yang ke 2483 dalam hidup… namun dengan pembagian ilmu yang inspiratif.

Nyuwun sewu, bapak-bapak tahu pengemis yang di perempatan Gejayan itu? Dia tidak punya tangan yang lengkap, kedua tangannya pendek, hanya separo dari tangan manusia normal, dan sudah sangat lama dia mengemis di situ. Kenapa dia tetap mengemis walaupun sudah sekian lama? Karena dia fokus pada kedua tangannya yang pendek, Dia tidak fokus pada kedua kakinya yang kuat, tidak fokus pada badannya yang sehat, tidak fokus pada kedua matanya yang tajam, tidak fokus pada suaranya yang masih lantang!

Bukan bermaksud membandingkan apple to apple, tapi ini ada berita yang membuat saya merasa takjub, Nick Vujicic, seorang motivator yang baru saja melangsungkan pernikahan dan berbulan madu. Apa “kelebihan” si Nick ini? “Kelebihan” dia adalah dia tidak punya tangan dan kaki (eh punya kaki ding, kecil banget, tapi bukan itu intinya). Buat orang seperti saya, susah membayangkan bagaimana Nick ini berbahagia. Namun itu masalahnya sepenuhnya ada pada saya. Pikiran saya yang masih sempit, masih terbatasi oleh bagaimana dan bagaimana… dan belum terbebaskan oleh karena dan karena… Btw, saya bukan penggemar motivator, bagi saya motivator itu hanya orang yang dibayar untuk membuat kita bermasturbasi dengan pikiran. mengatakan apa yang ingin kita dengar, karena kita terlalu malas, atau terlalu penakut untuk mengatakannya sendiri. No offence buat pak Sis Maryono Teguh idola kita semua. Salam zuperrr ultra maksimum combo breaking sweet heaven!!! Akan tetapi tentunya akan sangat bebeda apabila motivator itu walk the talk, kayak si Nick. Selamat buat Nick, dan semoga langgeng ya.

Deviasi dan Penyimpangan
Penyimpangan dari tujuan kerap terjadi. Tapi janganlah disebut dengan penyimpangan (walaupun sejatinya begitu), kata itu sudah demikian berkonotasi negatif. Anggap saja penyesuaian. Hasil akhir memang penting. Namun hasil akhir pasti sama dengan hasil yang diinginkan di awal? oh belum tentu. Toh kita sudah terbiasa dengan penyesuaian. Kita semua? Iya, kita mengorbankan tangan kita untuk memendek, demi untuk berjalan tegak. Tanpa penyesuaian-penyesuaian, kita mungkin bukanlah kita yang sekarang, bisa jadi saat ini kita masih gelantungan di pohon sambil makan pisang, bukannya menatap layar monitor dan (berpura-pura) cerdas. Dan itulah mengapa menyerah bukanlah opsi yang masuk akal untuk manusia. Sebuah rencana piknik ke kebun bunga, kalo di tengah jalan nyasar ke kebun buah? why not.

Just sit back and relax, dan take life too seriously, nobody gets out alive anyway :D

—–
Disclaimer : Pemikiran besok tidak dijamin sama dengan yang tertulis saat ini. Tergantung pada cuaca Yogya dan volume kopi instan over manis yang saya minum.

10 Comments

  • jadi ceritanya tu thesisnya udah selesai ya?

    *manggut-manggut*

  • *baca komen di atas*

    ooo.. ngomongke thesis to? baiklah.. saya akan lebih fokus. tengah tahun ini harus lulus. amin!

    *mensugesti diri sendiri*

  • jadi yang thesisnya sudah selesai siapa?
    *urek-urek mejo*

  • YG KOMENT DI ATAS…ADALAH YG LG BIKIN THESIS….OH

  • sangar pokoknya postingan ini :)

  • thesis kui opo?

  • blogger tenan

  • dunia memang adil #googlingKanaeMiyahara #lospokus
    malah penasaran sama #404 (not found?)

  • Nderek langkung mbah…

  • berat omongannya sekarang sebanding dengan berat badan

So, what do you think?

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *