Category: Everyday Gags

banyakin senyum biar berumur panjang πŸ™‚

  • Njrit, Aku Lengah!

    Weekend, biasa aku ke Gramedia jalan Pandanaran. Kebanyakan baca-baca saja, majalah atau manga. Kadang-kadang kalau memang bagus, beli juga sih. Semalam setelah mendapat majalah Anime Insider Indonesia yang aku cari, biasa aku lalu baca-baca manga sambil menunggu lagu perpisahan mengalun pertanda tokonya mau tutup.

    Hari itu ternyata manga Gunslinger Girl (ガンスγƒͺンガー・ガール) volume 3 sudah terbit. Aku cari-cari yang sudah terbuka segelnya kok nggak ada. Ini cuma berarti satu hal, akulah orang yang harus menumpahkan “the first blood“, ya, aku harus jadi orang pertama yang membuka segelnya. Bukan hanya demi aku, tapi juga demi penggemar yang lain, for freedom! for justice! (~halah!). Dulu aku sempat bercerita kalau aku sudah terbiasa dengan perbuatan ini. Pokoknya beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuka segel buku secara diam-diam adalah: 1.Cari tempat yang sepi tapi tidak terlalu sepi, yang penting nggak ada pegawai toko di situ. 2.Pasang mimik muka tak berdosa 3.Lakukan sambil berjalan dan melihat-lihat buku lain, ini perlu latihan memang. 4.Hati-hati terhadap kaca, reflection can be deadly! 5.Buka segel plastik dengan cepat mulai dari sisi samping buku 6.Sembunyikan barang bukti atau segera tinggalkan daerah TKP. 7.Jangan membaca buku tsb di daerah buku yang tersegel semua, it’s ok kok baca novel di daerah komik, gak ada yang perhatiin.

    Tapi ternyata malam itu aku sedang apes, udah siap-siap baca manga Gunslinger Girl eh.. tahu tahu dari belakang disapa satpam. Njrit, aku lengah! “Ini plastiknya tadi yang buka siapa mas?”, Petugas itu mengajukan pertanyaan dodol. “Ya jelas aku!” masa nenekku yang sedang di Pekalongan? Kayaknya itu memang petugas yang bertugas khusus mengawasi standing reader seperti aku deh, soalnya pakaiannya lain dari satpam yang biasanya dan kerjaannya mondar-mandir saja di dalam toko sambil berhandy-talkie. Yah, setelah chit-chat sebentar aku bersedia deh beli manga itu. But it;s not bad at all, lagian Gunslinger Girl memang bagus kok.

    Iya iya, aku tahu kok dia cuma petugas yang mencari nafkah dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Tapi hal itu tidak membuatnya terbebas dari status “musuh” para standing reader kan? hehehe… Ayo para standing reader Semarang, jangan kalah sama petugas dodol itu. Minggu depan harus lebih hati-hati lagi! For justice, for freedom!

    standing reader (kosakata ngawur) : maksudnya pecinta buku dengan dana tidak tak terbatas, jadi sering baca sambil berdiri di toko buku, membaca secara keseluruhan, bukan hanya preview saja πŸ™‚

    Gramedia Sux

  • Safety Baloon Available Here!

    Aku baru ngeh lho kalo ternyata di kota kecil ini (Semarang) ada juga vending machine yang menjual kondom. Aku lihat ada di Rumah Sakit Wira Tantama yang ada di daerah Pasar Kembang dekat Pasar Bulu. Tapi kenapa ada di rumah sakit ya? bukankah di situ juga tersedia apotik? Bukannya sok tahu, tapi mungkin lebih baik kalau barang itu dijual saja di hotel-hotel khususnya hotel kelas melati (duh, kasihan amat ya bunga melati, kok dijadikan nama hotel yang berkonotasi ehm.. murahan) atau di klab malam dan diskotik. Eh atau jangan-jangan ditempat-tempat itu juga sudah ada?

    Tulisan di mesin itu : Tersedia Alat Kontrasepsi (Kondom) Dengan Memasukkan Uang Koin Rp.500,- (Warna Putih 3 Buah). Yah, paling nggak sekarang kalau misalkan tengah malam aku kepepet lagi butuh… untuk mengadakan pesta ulang tahun dadakan, aku tahu di mana tempat untuk mendapatkan balon tiup darurat. Wahahaha… :))
    Cheap Baloon!

  • Telah Dibuka, Kolam Renang Tawang!

    Berhubung nanti malam aku bersama Dendi dan Dani akan bertolak ke Jakarta, tadi aku dan Dani keluar untuk beli tiket kereta di Stasiun Tawang. Setelah melalui perjalanan yang berat bisa juga kami sampai ke sana. Ya berat, sangat berat malah, karena hampir semua jalan menuju stasiun ini tertutup oleh air rob yang tingginya nggak main-main.

    Tapi sampai di sana aku lebih terkejut lagi (perasaan aku nonton TV dan baca koran tiap hari, tapi kok nggak ada berita soal Stasiun Tawang yang alih fungsi jadi kolam renang?). Karena pemandangannya yang ada begitu sampai sana begitu aneh! Semuanya tergenang air sampai ke dalam ruangan!

    Sampai pintu gerbang semua kendaraan tidak bisa masuk, kecuali becak yang bahkan masuk ke lobby. Oh iya, mungkin tarif becak pada waktu itu memecahkan rekor, karena untuk jarak yang kurang dari 200M mereka meminta sepuluh ribu rupiah! Terpaksalah aku nitip motor di dekat pintu gerbang dan menggulung celana siap-siap untuk menembus gelombang.. eh genangan air. Maaf pak tukang becak, bagi saya sepuluh ribu juga banyak.

    Tapi etos kerja pegawai di sana boleh juga ya, di tengah air yang menggenang dan ikan yang berenang di kakinya (suer!) mereka tetap melayani calon penumpang yang juga layak dipuji kenekatannya (termasuk aku :-)) Bukannya mau berisik, tapi masalah rob ini sudah sejak lama menjadi isu penting di Semarang dan sepertinya semakin lama semakin parah saja keadaannya. Kerjaan pemkot itu ngapain saja toh? Padahal komplain dari masyarakat juga tak sekedar nyaring lagi, malah sudah membahana, tapi penyelesaiannya tak ada, nol, nihil, zero, none, nada, nehi-nehi!

    Ah.. aku harap bisa berangkat dengan lancar ke Jakarta nanti malam.

    Kolam Renang Tawang   Mungkin bisa mancing sambil antri

    Becakpun masuk!

  • Quick and Dirty Basbang

    Warning!

    Perputaran informasi di dunia maya memang sedemikian cepatnya, saking cepatnya malah kalo kita berkoar akan informasi baru yang terjadi beberapa jam lalu, bisa-bisa kita disebut basbang. Apalagi yang terjadi di kampung gajah. Malah kadang media resmi harus janjian dulu supaya berita yang akan diturunkannya tidak lebih dulu di-blow out dan menjadi terlampau basi.

    Ini ada tag pic buat yang basi-basi. Dibuat pake sotoshop (pirated tentu saja), quick and dirty. Feel free to use it, khusus kupersembahkan bagi mereka yang basbang. Huahahaa.. (termasuk aku juga yang seringkali basbang).

  • A taste of Vendetta…

    Wah ngeri ya judulnya kayak judul film gangster, padahal ini adalah kejadian bodoh πŸ™‚ . Masih ada kaitannya dengan game yang ku-download tempo hari (Super Cosplay Wars Ultra). Nah alkisah karena aku mainnya semangat banget maka hari jumat kemarin gamepad ku tewas.. (setelah tepat satu minggu bermain dengan game SCWU) padahal ini gamepad yang agak lumayan, USB lagi.

    Nah inilah kisahku tentang pencarian pengganti gamepad itu. Dulu banget sekitar 2-3 tahun yang lalu aku punya gamepad double modifikasi dari stik Playstation. Tahu kan, ini adalah gamepad kristalisasi (wuih!) ide orang-orang kreatif. Dulu ketika aku beli harganya sekitar 65 ribu dan dapat disket driver dan program emulator Playstation, dulu yang beken adalah bleem!. Tapi gamepad-ku ini dah tua, nggak keren lagi, drivernya nggak kompatibel ama SCWU dan lagi masih kupinjamkan pada temenku.
    Jadi aku ada niat beli lagi. Aku mampir ke sebuah rental CD, Starkom jalan Kaligarang. Ada gamepad model seperti itu dan harganya murah banget cuma 25 ribu, OK ini memang relatif. Tapi dengan uang segitu I got two pieces of hardware (it’s a double gamepad, as usuall), a cd containing driver and tons of games and not to mention, a fancy package box. “This is a deal or what?”
    Tapi bener kata orang jawa, “Ana rega, Ana Rupa“. Baru satu malam aku gunakan gamepad ini sudah mulai menunjukkan sisi gelapnya. Awalnya sering nggak kedetect.. trus habis itu suka loncat-loncat sendiri (maksudnya karakter yang kumainkan). Setelah itu seakan beratus masalah lainnya yang bukannya membuatku senang punya gamepad baru tapi malah membuatku frustasi. (Aku percaya kejadian ini pasti mempersingkat jatah umurku sehari atau dua hari!).

    Kata yang jual sih ada garansi, besok boleh aku kembalikan kalo memang bermasalah. Dan rencana semula sih aku memang mau ngamuk pada yang jual. Tapi aku mikir lagi.. Apa iya yang jual yang salah? dia kan paling cuma dititipin, namanya juga usaha, ambil untungnya juga paling seberapa? Terus kalo aku kembalikan apa iya ada quality control yang bakalan ngurus gamepad itu, paling akan dijual lagi dan akan “menjebak” orang lagi. Plus kalo misalnya aku dapat ganti pad yang baru, apakah yang akan lebih baik? Atau akan rusak juga? Kalo produsennya? Jelas nggak tahu aku. Wong di box-nya (dengan segala macam gambar karakter yang jelas tanpa lisensi itu) tidak tertera keterangan apapun tentang asal-usul gamepad itu. Lagian mereka membikin produk seperti itu kan karena permintaan pasar juga, permintaanku juga. Double gamepad plus game banyak, only 25 ribu. Lalu siapa yang salah? Mbuh!

    Daripada frustasi, mending aku lampiaskan saja sekalian. Aku potong kabel gamepad terkutuk itu. Nggak, aku nggak akan mengembalikanmu ke toko. Enak saja kau. “Dear mr. gamepad, please introduce my little hammer. He’s so eager to meet you…. πŸ™‚ . Eat this..!!”

    die, you crap! Rest in “pieces” you piece of crap…