{"id":141,"date":"2006-03-13T09:32:25","date_gmt":"2006-03-13T02:32:25","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2006\/03\/13\/njrit-aku-lengah\/"},"modified":"2026-01-06T03:05:57","modified_gmt":"2026-01-06T03:05:57","slug":"njrit-aku-lengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2006\/03\/13\/njrit-aku-lengah\/","title":{"rendered":"Njrit, Aku Lengah!"},"content":{"rendered":"<p>Weekend, biasa aku ke Gramedia jalan Pandanaran. Kebanyakan baca-baca saja, majalah atau manga. Kadang-kadang kalau memang bagus, beli juga sih. Semalam setelah mendapat majalah <a href=\"http:\/\/www.wizarduniverse.com\/magazines\/anime.cfm\">Anime Insider<\/a> Indonesia yang aku cari, biasa aku lalu baca-baca manga sambil menunggu lagu perpisahan mengalun pertanda tokonya mau tutup.<\/p>\n<p>Hari itu ternyata manga <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Gunslinger_Girl\">Gunslinger Girl<\/a> (\u30ac\u30f3\u30b9\u30ea\u30f3\u30ac\u30fc\u30fb\u30ac\u30fc\u30eb) volume 3 sudah terbit. Aku cari-cari yang sudah terbuka segelnya kok nggak ada. Ini cuma berarti satu hal, akulah orang yang harus menumpahkan &#8220;<em>the first blood<\/em>&#8220;, ya, aku harus jadi orang pertama yang membuka segelnya. Bukan hanya demi aku, tapi juga demi penggemar yang lain, <em>for freedom! for justice!<\/em> (~halah!). Dulu aku sempat bercerita kalau aku sudah terbiasa dengan <em>perbuatan<\/em> ini. Pokoknya beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuka segel buku secara diam-diam adalah:  1.Cari tempat yang sepi tapi tidak terlalu sepi, yang penting nggak ada pegawai toko di situ.  2.Pasang mimik muka tak berdosa  3.Lakukan sambil berjalan dan melihat-lihat buku lain, ini perlu latihan memang.  4.Hati-hati terhadap kaca, <em>reflection can be deadly<\/em>!  5.Buka segel plastik dengan cepat mulai dari sisi samping buku  6.Sembunyikan barang bukti atau segera tinggalkan daerah TKP. 7.Jangan membaca buku tsb di daerah buku yang tersegel semua, it&#8217;s ok kok baca novel di daerah komik, gak ada yang perhatiin.<\/p>\n<p>Tapi ternyata malam itu aku sedang apes, udah siap-siap baca manga Gunslinger Girl eh.. tahu tahu dari belakang disapa satpam. Njrit, aku lengah! &#8220;Ini plastiknya tadi yang buka siapa mas?&#8221;, Petugas itu mengajukan pertanyaan dodol. &#8220;Ya jelas aku!&#8221; masa nenekku yang sedang di Pekalongan? Kayaknya itu memang petugas yang bertugas khusus mengawasi <em>standing reader<\/em> seperti aku deh, soalnya pakaiannya lain dari satpam yang biasanya dan kerjaannya mondar-mandir saja di dalam toko sambil ber<em>handy-talkie<\/em>. Yah, setelah chit-chat sebentar aku bersedia deh beli manga itu. <em>But it;s not bad at all<\/em>, lagian Gunslinger Girl memang bagus kok.<\/p>\n<p>Iya iya, aku tahu kok dia cuma petugas yang mencari nafkah dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Tapi hal itu tidak membuatnya terbebas dari status &#8220;musuh&#8221; para <em>standing reader<\/em> kan? hehehe&#8230; Ayo para <em>standing reader<\/em> Semarang, jangan kalah sama petugas dodol itu. Minggu depan harus lebih hati-hati lagi! <em>For justice, for freedom!<\/em><\/p>\n<p><em><strong>standing reader<\/strong> (kosakata ngawur) : maksudnya pecinta buku dengan dana tidak tak terbatas, jadi sering baca sambil berdiri di toko buku, membaca secara keseluruhan, bukan hanya preview saja \ud83d\ude42<\/em><\/p>\n<p><center><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/gramedia_sux.jpg\" alt=\"Gramedia Sux\" \/><\/center><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Weekend, biasa aku ke Gramedia jalan Pandanaran. Kebanyakan baca-baca saja, majalah atau manga. Kadang-kadang kalau memang bagus, beli juga sih. Semalam setelah mendapat majalah Anime Insider Indonesia yang aku cari, biasa aku lalu baca-baca manga sambil menunggu lagu perpisahan mengalun pertanda tokonya mau tutup. Hari itu ternyata manga Gunslinger Girl (\u30ac\u30f3\u30b9\u30ea\u30f3\u30ac\u30fc\u30fb\u30ac\u30fc\u30eb) volume 3 sudah terbit. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-141","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-everyday-gags"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1877,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141\/revisions\/1877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}