{"id":185,"date":"2006-08-18T03:07:08","date_gmt":"2006-08-17T20:07:08","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2006\/08\/18\/rayakan-kemerdekaan\/"},"modified":"2026-01-06T03:05:07","modified_gmt":"2026-01-06T03:05:07","slug":"rayakan-kemerdekaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2006\/08\/18\/rayakan-kemerdekaan\/","title":{"rendered":"Rayakan Kemerdekaan"},"content":{"rendered":"<p>Sebenarnya jauh hari sebelum hari perayaan kemerdekaan ini datang, sudah banyak yang aku pikirkan dan ingin kusampaikan. Mulai dari pingin desain template baru, menulis postingan yang &#8220;dalem&#8221; dll. Tapi dasarnya aku ini (sok) sibuk, jadinya ya baru diposting sekarang, itupun sudah banyak yang lupa. Desain template nuansa kemerdekaan inipun sekedar desain tabrak lari, yang diselenggarakan dengan cara tidak seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya&#8230; Begitu juga desain 17an di blog <a href=\"http:\/\/loenpia.net\/blog\">Loenpia<\/a> sebelumnya, cuma &#8220;tweak&#8221; dikit template lama. Tapi untunglah banyak yang bilang bagus (mungkin sekedar menghibur hehe..). Ah pokoknya kan turut memeriahkan (alesyan!). Oh iya, desain tulisan di banner atas itu, nyontek dari bannernya <a href=\"http:\/\/blog.matriphe.com\/\">Zam<\/a>, cuma jelas masih kalah keren. :-p<\/p>\n<p><strong>Turutlah Merayakan!<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/merahputih01.jpg\" alt=\"Merah Putih\" \/><\/p>\n<p>Merdeka! Terserah si pesimis mau ngomong apa, yang jelas Indonesia sudah merdeka. Nasib bangsa ini sekarang bisa ditentukan oleh kita sendiri. Terserah pada kita apakah bangsa ini akan makin terpuruk ataukan makin bersinar. Paling tidak kebebasan itulah yang patut kita syukuri bersama. Masalah kebebasan dari kemiskinan, kebodohan dan ketakutan yang sangat belum merata memang hal yang sangat penting, namun dengan kemerdekaan ini paling tidak modal dasar kita sudah ada. <!--more--><\/p>\n<p>Turutlah merayakan, paling tidak pada hari ini setahun sekali, rasa bangga sebagai Indonesia, yang sering surut di dada ini bisa memuncak setinggi-tingginya. Benar atau salah, Ini adalah negaraku. Jadi bergembirlah, berbanggalah, kita ini Indonesia. Tadi melihat berita di TV, ada razia di ibukota bagi rumah penduduk dan perkantoran yang tidak mengibarkan Sang Merah Putih. Pesanku bagi anda yang terkena razia itu : &#8221; <em>Sokorrr! hukum aja pak pol!<\/em>&#8221; Apa sih susahnya memasang bendera kita? (tentu dengan asumsi mampu untuk itu ya). Kok tega-teganya sih samapai nggak masang? Malah anda yang rugi, anda tak bisa turut merasakan kebanggaan yang sedemikian nikmat dan kian langka ini.<\/p>\n<p>Namun syukurlah, peringatan kemerdekaan ini masih dinanti, dirayakan dan dinikmati rakyat. Didaerah tempat tinggalku tentu turut merayakan, dengan tirakatan dan berbagai lomba. Cuma aku sudah tak jadi panitia lagi, sudah ada adik-adik penerusku. Masih terngiang-ngiang irama dangdut dari acara melek-melek kemarin malam yang cuma berjarak 50 meteran dari kamarku.<br \/>\n&#8220;<em>Bang, sms siapa ini bang..?<\/em>&#8221; Tarik mang&#8230;! semalam suntuk, mantab!<\/p>\n<p><strong>Kita bisa apa ?<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/merahputih02.jpg\" alt=\"Merah Putih di laptopku\" \/><\/p>\n<p>Aa Gym bilang mulailah dari hal yang kecil, mulailah dari diri sendiri dan mulailah sekarang juga. Agaknya tepat sekali. Lakukan saja peran kita dengan sebaik-baiknya. Andaikan tiap elemen negeri ini melakukannya, niscaya negeri ini cepat atau lambat (kayaknya sih cepat) akan kembali bangkit. Yang pemerintah memerintahlah dengan adil, yang pedagang berdaganglah dengan jujur, yang mahasiswa belajarlah dengan giat. (aku juga ngomong ke kamu, wahai mahasiswa Makasar yang sering masuk TV berkat bakat beladiri yang salah sasaran itu. Malu dong sama Sultan Hasanudin!).<\/p>\n<p>Impian boleh melanglang buana (harus!), cita-cita boleh setinggi angkasa (wajib!), tapi jangan pernah lupakan Indonesia. Negeri tanah tumpah darah tercinta, dimana dari tanahnya lah tiap bulir padi yang kita telan tiap hari ini berasal.<br \/>\n<em>Indonesia tanah air beta&#8230;<br \/>\ntempat berlindung di hari tua&#8230;<br \/>\nsampai akhir menutup mata&#8230;<\/em><\/p>\n<p>Demikian, sebuah pidato ke(warga)negaraan dari seorang rakyat jelata biasa. Maaf kalo kayaknya menggurui, cuma pendapat pribadi kok. Aku sendiri di hari kemerdekaan ini merayakannya seharian bersama anak-anak <a href=\"http:\/\/aiesec.org\">AIESEC<\/a>, seru banget! ceritanya menyusul. hehehe. Btw, tak terasa ngeblog sudah lewat setahun ya, ini <a href=\"http:\/\/blog.budiyono.net\/2005\/08\/19\/merdeka-merah-putih\/\">postingan 17an ku setahun lalu&#8230;<\/a><\/p>\n<p><strong>M.E.R.D.E.K.A.!<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya jauh hari sebelum hari perayaan kemerdekaan ini datang, sudah banyak yang aku pikirkan dan ingin kusampaikan. Mulai dari pingin desain template baru, menulis postingan yang &#8220;dalem&#8221; dll. Tapi dasarnya aku ini (sok) sibuk, jadinya ya baru diposting sekarang, itupun sudah banyak yang lupa. Desain template nuansa kemerdekaan inipun sekedar desain tabrak lari, yang diselenggarakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,11],"tags":[],"class_list":["post-185","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-personal","category-opiniku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1834,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185\/revisions\/1834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}