{"id":230,"date":"2006-12-05T13:09:25","date_gmt":"2006-12-05T06:09:25","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2006\/12\/05\/satu-liter-air-mata-dan-sinetron-indonesia\/"},"modified":"2026-01-06T03:04:46","modified_gmt":"2026-01-06T03:04:46","slug":"satu-liter-air-mata-dan-sinetron-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2006\/12\/05\/satu-liter-air-mata-dan-sinetron-indonesia\/","title":{"rendered":"Satu Liter Air Mata dan Sinetron Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/aya_ikeuchi.jpg\" alt=\"aya ikeuchi\" \/><br \/>\n<strong>Ikeuchi Aya<\/strong> (gambar diambil dari <a href=\"http:\/\/www.channel-ai.com\">channel-ai<\/a>)<\/p>\n<p>Baru saja aku lihat iklan sinetron di <a href=\"http:\/\/www.rcti.tv\">RCTI<\/a>, berjudul &#8220;<strong>Buku Harian Nayla<\/strong>&#8220;, dan gak tahan untuk menulis ini. Cuma butuh waktu 5 detik bagiku untuk menyadari bahwa sinetron ini jiplakan dari <a href=\"http:\/\/wiki.d-addicts.com\/Ichi_Rittoru_no_Namida\"><strong>Ichi Ritoru no Namida ( 1 \u30ea\u30c3\u30c8\u30eb\ufffd?\ufffd\u6d99)<\/strong><\/a>, sebuah <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Japanese_television_drama\">dorama<\/a> Jepang. Ichi ritoru no Namida (One Litre of Tears) bercerita tentang Aya Ikeuchi, gadis SMU berusia 15 tahun yang menderita penyakit <a href=\"http:\/\/www.wikipedia.org\/wiki\/Spinocerebellar_Degeneration\">Spinocerebellar Degeneration<\/a> yang membuat dirinya kehilangan fungsi otak kecilnya. Penyakit Aya ini berkembang sangat cepat dan Aya perlahan namun pasti menghadapi kematian. <\/p>\n<p>Doramanya sendiri menceritakan perjuangan Aya untuk tetap bisa menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya, walaupun halangannya bukan main&#8230; apalagi menjelang akhir cerita, ketika penyakitnya semakin parah sehinga untuk berbicara saja dia tak mampu dan harus menggunakan papan kata yang ditunjuk memakai jari untuk berkomunikasi. Pokoknya Dorama ini wajib ditonton bagi yang menghargai hidup, ceritanya bukan mengeksploitasi kesedihan, tapi menginspirasi tentang kehidupan. Oh ya, walaupun berjudul Satu Liter Air Mata, lebih baik siapkan satu botol galon kosong, untuk menampung air matamu ketika menonton dorama ini. <em>Damn!<\/em> harusnya dorama ini berjudul One Gallon of Tears! :((<\/p>\n<p>Dorama ini mengadaptasi dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh Kitou Aya. <a href=\"http:\/\/www.amazon.co.jp\/exec\/obidos\/ASIN\/4344406117\/hatena-22\/ref=nosim\/250-1015755-1114644\">One Liter of Tears (A Diary of with Tears)<\/a> adalah judul buku diary yang ditulis oleh Aya. Buku harian ini ditulis oleh Aya Kitou selama ia menghadapi penyakitnya itu, ia terus menulis sampai akhirnya ia tak lagi mampu lagi memegang pena. Buku harian Aya ini kemudian diterbitkan dan banyak menginspirasi orang-orang, baik yang menghadapi penyakit yang sama maupun yang bersyukur masih diberi nikmat kesehatan oleh-Nya. Kabarnya buku ini telah terjual 18 juta copy! Oh iya, buku harian itu diterjemahkan dalam bahasa inggris (still ongoing) oleh Kiwi dan Pye <a href=\"http:\/\/www.xanga.com\/home.aspx?user=OneLitre\">di sini<\/a>.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/one_litre_of_tears.jpg\" alt=\"one liter of tears\" \/><br \/>\n<strong>buku one liter of tears<\/strong> (gambar diambil dari <a href=\"http:\/\/wiki.theppn.org\">Wiki.ThePPN<\/a>)<\/p>\n<p>Kembali ke sinetron Buku Harian Nayjis tadi, menurut informasi di <a href=\"http:\/\/www.rcti.tv\/buku_harian.php\">situs resminya<\/a>, Cerita dan Skenario ini ditulis oleh <strong>Serena Luna<\/strong>. Anjrit! udah mbajak, nggak ngaku pula! Memang, sudah bukan berita baru lagi kalo sinetron itu banyak yang bajakan dari dorama jepang, tapi kali ini kok ya tega banget gitu ya? Hey Serena Luna (siapa sih nama aslimu? dasar ciken!) tahu nggak sih kalau cerita yang kamu bajak itu adalah kisah nyata? <em>Care<\/em> ngak sih kalau tokoh yang kamu bajak itu bukanlah hasil karangan semata? Ada orang sebenarnya, (yang kini telah beristirahat di alam sana), Ada keluarganya juga, Ada perjuangan yang sesungguhnya, dan ada penderitaan yang sesunguhnya! At least berikan credit ke mereka. Kita harus banyak belajar dari mereka, bukan malah mbajak habis. Kampret kamuh! Kampret SinemArt! Gak usah ditonton! Kesenengen mereka, aku lebih rekomend nonton dvd bajakannya (karena memang ngak tersedia di sini) daripada nonton sinetron bajakannya! >:p<br \/>\n<!--more--><\/p>\n<p>Yang aku heran, dengan seringnya membajak cerita ini, kok ya sinetron Indonesia nggak maju2? kok nggak mencontoh atau mengambil pelajaran dari apa yang dibajaknya? Kebanyakan dorama jepang, bertema sederhana tapi mengena, Tiap dorama berjumlah 11 atau 12 episode, sehingga tetap fokus pada apa yang diceritakannya, membuat sebuah cerita solid yang kelak bisa dikenang. Sinetron kita tetep saja dari dulu begitu, begitu hitam putih.. kalau baik ya baiknya minta ampun seperti orang idiot, kalau jahat ya jahat to the max, phsyco! Masih saja ada perang dengan ibu mertua, perang dengan ibu tiri, membunuh dengan meracuni, mendorong jatuh dari tangga, menjambak, menodong pisau, teman-teman sekolah yang super jahat karena rebutan pacar, dijahati di sekolah karena miskin, dll. Ampun.. benarkah Indonesia seperti itu? Kapan Upgradenya? ck..ck.. *geleng-geleng kepala* <\/p>\n<p>Apa para insan persinetronan ini cuma mengejar untung, apa tidak berniat sama sekali untuk membuat sebuah masterpiece gitu? Selama masih laku aja, cerita diulur-ulur sampai ngak karuan! Dasar! >:P Oh iya, kata temanku kalau cerita sinetron <strong>Tersanjung <\/strong>itu menurut pada timeline yang benar, (dimana ceritanya konon sampai ke cucu dan cicit tokoh aslinya) maka harusnya di sinetron Tersanjung yang terbaru, sudah ada teknologi mobil terbang!! :p Oke, mungkin memang ada yang bilang salah pemirsa-nya, lha wong buktinya masih laku. Lalu, apa nggak ada tanggung jawab moral yang masih tersisa? Tanggungan untuk ikut mendidik masyarakat? Untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa? *hah, makin jauh ngomongnya, saking emosi*<\/p>\n<p>Berikut ini link Raving and Rants-nya para fans di Forum Indosiar, (<strong>Warning :<\/strong> mode bakar rumah activated there!) :d\/<br \/>\n<a href=\"http:\/\/lautan.indosiar.com\/topic.asp?TOPIC_ID=37204&#038;whichpage=1\">Buku Harian Nayla<\/a><br \/>\n<a href=\"http:\/\/lautan.indosiar.com\/topic.asp?TOPIC_ID=37611&#038;whichpage=1\">Serena Luna<\/a><br \/>\n<strong>update :<\/strong> Ternyata di forumnya RCTI pun tak kalah membara :<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.rcti.tv\/forum\/viewtopic.php?t=670&#038;highlight=buku+harian+nayla\">Buku Harian Nayla<\/a><br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.rcti.tv\/forum\/viewtopic.php?t=632&#038;highlight=buku+harian+nayla\">1 litre of tears = Buku Harian Nayla<\/a><br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.rcti.tv\/forum\/viewtopic.php?t=694&#038;highlight=buku+harian+nayla\">Who is Serena Luna?<\/a><\/p>\n<p><strong>Daftar Sinetron Bajakan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pelangi di Matamu adalah bajakan dari <a href=\"http:\/\/wiki.d-addicts.com\/Hoshi_no_Kinka\">Hoshi no Kinka<\/a><\/li>\n<li>Pelangi di Matamu 2 adalah bajakan dari <a href=\"http:\/\/wiki.d-addicts.com\/Kamisama_Mou_Sukoshi_Dake\">Kamisama Mou Sukoshi Dake<\/a><\/li>\n<li>Ciuman Pertama adalah bajakan dari <a href=\"http:\/\/wiki.d-addicts.com\/Itazura_na_kiss\">Itazura na Kiss<\/a><\/li>\n<li>Opera SMU adalah bajakan dari <a href=\"http:\/\/www.jdorama.com\/drama_273.htm\">Great Teacher Naomi<\/a><\/li>\n<li>Siapa Takut Jatuh Cinta adalah bajakan <a href=\"http:\/\/wiki.d-addicts.com\/Hana_Yori_Dango\">Hana Yori Dango<\/a> (versi Taiwannya : Mateor Garden)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Daftar sinetron ini aku ambl dari <strong>Majalah Anima vol.19 tahun 2002<\/strong> (so, 4 tahun telah berlalu dan pastinya daftar ini sudah bertambah panjang! Judul2 sinetron baru lain yang aku denger juga merupakan bajakan: Pria Penggoda, Benci Bilang Cinta, Pengantin Remaja dll. Cuma gak bisa konfirm aku njiplak dari apa, aku ngilirik juga nggak, mending ganti chanel liat iklan! >:p<br \/>\n<strong>update : <\/strong>Khusus buat RCTI, sinetron bajakannya pun di-list oleh pemirsanya sendiri di forumnya : <a href=\"http:\/\/www.rcti.tv\/forum\/viewtopic.php?t=639&#038;highlight=buku+harian+nayla\">Judul-judul sinetron &#8220;bajakan&#8221;<\/a> (musti login dulu). Ya ampun.. buanyaaaaak bgt ternyata! Kok cuek aja ya?<\/p>\n<p>Blogpost lain tentang Ichi ritoru Namida : <a href=\"http:\/\/www.channel-ai.com\/blog\/2006\/01\/01\/1-litre-of-tears\/\">channel-ai<\/a>; <a href=\"http:\/\/blog.orgday.org\/2006\/01\/24\/1-litre-of-tears\/\">Orange Days<\/a>. Ada link download OST mp3-nya lho disana. ;))<\/p>\n<p><strong>p.s :<\/strong><br \/>\nBagi yang suka <a href=\"http:\/\/wiki.d-addicts.com\/Sawajiri_Erika\">Sawajiri Erika<\/a> yang berperan sebagai Aya di Ichi Ritoru no Namida, bisa melihat film <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/SHINOBI_Heart_Under_Blade\"><strong>Shinobi : Heart Under Blade<\/strong><\/a>, dimana ia berperan sebagai Hotarubi, seorang <abbr title=\"ninja wanita\">Kunoichi<\/abbr> dari klan Iga yang menguasi kupu-kupu. Awesome!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikeuchi Aya (gambar diambil dari channel-ai) Baru saja aku lihat iklan sinetron di RCTI, berjudul &#8220;Buku Harian Nayla&#8220;, dan gak tahan untuk menulis ini. Cuma butuh waktu 5 detik bagiku untuk menyadari bahwa sinetron ini jiplakan dari Ichi Ritoru no Namida ( 1 \u30ea\u30c3\u30c8\u30eb\ufffd?\ufffd\u6d99), sebuah dorama Jepang. Ichi ritoru no Namida (One Litre of Tears) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1072,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[60],"class_list":["post-230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opiniku","tag-show"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1796,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230\/revisions\/1796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}