{"id":231,"date":"2006-12-11T18:48:07","date_gmt":"2006-12-11T11:48:07","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2006\/12\/11\/lawang-sewu-hari-itu\/"},"modified":"2026-01-06T03:04:29","modified_gmt":"2026-01-06T03:04:29","slug":"lawang-sewu-hari-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2006\/12\/11\/lawang-sewu-hari-itu\/","title":{"rendered":"Lawang Sewu Hari Itu"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/lawang_sewu_bapak.jpg\" alt=\"Penjaga Lawang Sewu\" \/><\/p>\n<p><strong>Orange dan Biru<\/strong> adalah warna alas kakinya hari itu, jelas bukan karena ia menyukai warna itu. Beliau ini akan mudah kalian temui di sekitar Lawang Sewu dan dengan senang hati akan menceritakan detil demi detil sejarah Lawang Sewu dan Semarang. Suaranya yang sangat lantang seakan bisa terdengar dari jarak puluhan kilometer.<br \/>\n<!--more--><br \/>\n<img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/lawang_sewu_gadis.jpg\" alt=\"Model Dadakan\" \/><\/p>\n<p><strong>Gadis dalam Lorong<\/strong>, Model dadakan ini dikenalkan oleh <a href=\"http:\/\/fiandigital.wordpress.com\">Fian<\/a>, eh&#8230; namanya siapa ya? Maklum nggak tiap tahun kenalan sama cewek, sehingga otak ini bukannya mengingat tapi malah memerintahkan tubuh untuk gemeter. Nanti aku update kalau sudah tahu namanya. <strong>Update :<\/strong> Namanya Rista (lihat komennya Dendi)<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/lawang_sewu_steker.jpg\" alt=\"steker\" \/><br \/>\n<strong>Steker Tua<\/strong> ini tentunya dulu pernah berjasa, sewaktu Lawang Sewu bergonta ganti fungsi sebagai kantor beberapa instansi, namun kini kondisi kerusakannya seakan menyetujui bahwa Lawang Sewu ini identik dengan keangkeran di Semarang.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/lawang_sewu_atap.jpg\" alt=\"kuda-kuda\" \/><br \/>\n<strong>Kuda Kuda Atap<\/strong> yang didesain sangat rendah namun begitu kokoh, dengan kanan dan kirinya terdapat jendela, tempat pasukan asing dulu bertahan dan membalas serangan bangsa Indonesia. Salah satu pilar besinya yang rusak terkoyak terkena serangan menjadi saksi sejarah perjuangan Indonesia.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/lawang_sewu_cola.jpg\" alt=\"Cola\" \/><br \/>\n<strong>Cola over Semarang<\/strong> : Entah apa ahli gizi bilang tentang pengaruhnya pada kesehatan, tapi yang jelas produk ini memang mendunia, tak kecuali di Semarang, sehingga di sudut gelap Lawang Sewu pun kita bisa menemukan bekas sampahnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/lawang_sewu_aku.jpg\" alt=\"budiyono\" \/><br \/>\n<strong>Aku<\/strong>, seakan merenungi nasib, seakan memikirkan masa depan Indonesia, atau seakan memikirkan kedamaian dunia? Huehehe.. terserah. photo oleh  <a href=\"http:\/\/mociman.blogspot.com\">Dendi<\/a>.<\/p>\n<p>Semua foto olehku, kecuali disebutkan lain, menggunakan Canon Powershot A520 dengan mode seadanya :p, Di hari minggu yang cerah di Lawang Sewu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orange dan Biru adalah warna alas kakinya hari itu, jelas bukan karena ia menyukai warna itu. Beliau ini akan mudah kalian temui di sekitar Lawang Sewu dan dengan senang hati akan menceritakan detil demi detil sejarah Lawang Sewu dan Semarang. Suaranya yang sangat lantang seakan bisa terdengar dari jarak puluhan kilometer.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1071,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-with-friends"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=231"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1795,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/231\/revisions\/1795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}