{"id":235,"date":"2006-12-25T09:21:50","date_gmt":"2006-12-25T02:21:50","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2006\/12\/25\/seleb-tapi-diantara-spammer\/"},"modified":"2026-01-06T03:04:29","modified_gmt":"2026-01-06T03:04:29","slug":"seleb-tapi-diantara-spammer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2006\/12\/25\/seleb-tapi-diantara-spammer\/","title":{"rendered":"Seleb, tapi di antara spammer!"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/akismet.gif\" alt=\"Akismet\" \/><\/p>\n<p>Bukan, ini bukan yet another story tentang para <em>blog selebs and comment-whores who love &#8217;em<\/em> &trade; Udah eneg aku. Tapi ini salah satu cerita kecil tentang pertempuran abadi abad informasi ini, perang melawan spam&#8230;<\/p>\n<p>Salah satu konsekuensi mempunyai situs sendiri adalah kita harus melakukan segala sesuatunya sendiri, terhadap sistemnya dan terhadap kontennya juga. Beberapa waktu yang lalu, entah kenapa aku tiba-tiba niat untuk bersih2 instalasi <a href=\"http:\/\/wordpress.org\">WordPress<\/a>-ku. Karena sejak pertama kali install lebih dari setahun yang lalu, hampir tak pernah aku tengok lagi dalemannya (hah? nengok daleman? &#58;&#112;) Dan benar saja, isinya sudah sedemikian amburadul. Susunan file-nya sudah mayan kacau, apalagi databasenya, sampai 8MB! Walah.. ternyata isinya cuma hasil filter plugin <a href=\"http:\/\/unknowngenius.com\/blog\/wordpress\/spam-karma\/\">Spam Karma<\/a> yang belum dihapus. Selain itu banyak table dan field tambahan yang aku sendiri juga sudah lupa, ini tuh dulu milik plugin yang mana. hehehe&#8230; Salah satu penyumbang kerumitan ini adalah <a href=\"http:\/\/no.onelistening.com\/kiwi\">Kiwi<\/a>, sebuah hybrid plugin\/themes yang dulu pernah aku pakai di WordPressku.<br \/>\n<!--more--><br \/>\nYa sudah, karena aku ini pecinta kebersihan dan kerapihan (ya ya, ini bisa diperdebatkan), maka aku hapus saja instalasi WordPressku, dengan terlebih dulu membackup databasenya tentunya. Makanya kalau beberapa waktu yang lalu menjelang tengah malam, ada yang buka situs ini dan cuma menjumpai halaman index of \/ yang cuma berisi direktori CGI Bin.. maka kesalahan bukan pada browser anda! \ud83d\ude42 Setelah itu aku fresh install kembali, bersihkan database backup (dan kini tinggal 450-an KB!) dan me-restorenya kembali, dan tak lupa me-restore theme dan plugin2 kembali. Voila! WordPress-ku seperti baru lagi!<\/p>\n<p>Dulu, pernah ada teman yang bilang tidak bisa melakukan trackback \/ pingback ke situs ini&#8230; ternyata hal itu dikarenakan plugin <a href=\"http:\/\/blog.matriphe.com\/index.php\/2006\/09\/19\/matriphe-keycode\/\">Matriphe KeyCode<\/a> yang aku gunakan. Plugin yang sangat berguna untuk mencegah spam ini ternyata belum menerima pingback dan trackback. Aku coba non-aktifkan plugin itu dan menggantinya dengan <a href=\"http:\/\/akismet.com\/\">Akismet<\/a>, filter spam otomatis yang sudah built-in di WordPress. Setelah itu dengan PeDe aku tinggalkan&#8230; tanpa tahu apa yang terjadi selanjutnya.<\/p>\n<p>Waktu berikutnya aku bukan inbox emailku, ternyata ada mail dari perusahaan hostinganku, bahwa situsku telah menerima comment-flood dalam jumlah yang nggak main-main&#8230; sampai mengganggu kinerja server hostingan. Segera aku cek.. dan OMG, dalam sehari ada lebih dari 6000 komen spam dalam interval waktu sekitar 2 jam saja! Ya, telah dikonform! Blog ini blog seleb, tapi bukan diantara blogger tapi diantara spammer! hehehe.. Hal ini berarti juga mengganggu situs-situs lain yang masih satu server denganku. Hostinganku kan shared, jadi ya dalam satu IP terdapat situs-situs lain selain situsku. Dan tanpa belas kasihan lagi situsku disuspend selama hampir dua jam. Oh iya, penasaran untuk melihat situs apa saja yang satu IP dengan situs kita? Kunjungi saja <a href=\"http:\/\/www.seologs.com\/ip-domains.html\">SEOLogs.com<\/a>. Yah, anggap saja, situs2 lain itu saudara kita. hehehe&#8230; :d<\/p>\n<p>Kembali ke spam tadi, memang cara kerja Akismet adalah menerima semua komen yang masuk, memasukkannya dalam daftar moderasi selama 15 hari dan baru menghapusnya, kecuali kalau kita &#8220;menyelamatkan&#8221; komen itu karena bukan spam. Dan kalau sehari saja terkumpul 6000 komen, berapa spam yang terkumpul dalam 15 hari sebelum Akismet memutuskan untuk menghapusnya? :-ss Btw, selain itu Akismet ini juga kurang menguntungkan bagi situs2 yang fakir bandwith, karena tiap ada komen masuk, harus dilaporkan dulu ke situs markas akismet sebelum diputuskan apakah itu komen sungguhan atau masuk dalam moderasi spam. Karena itu akhirnya aku pasang kembali plugin KeyCode menggantikan Akismet. Bagi yang saat ini masih memakai plugin model <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Captcha\">Captcha<\/a>, coba pakai <a href=\"http:\/\/blog.matriphe.com\/index.php\/2006\/09\/19\/matriphe-keycode\/\">Matriphe KeyCode<\/a>, ini lebih asyik! Keycodenya berupa kata-kata yang bisa kita tentukan sendiri, lebih user friendly (kudos buat <a href=\"http:\/\/blog.matriphe.com\">Zamroni<\/a> atas ide dan plugin-nya, ayo disempurnakan lagi sana! hehehe.. &#58;&#112;), bila dibandingkan dengan Captcha. Captcha itu bukan untuk manusia! hehehe&#8230; :d Kadang pingin juga kembali memakai Spam Karma.. tapi ah banyak pertimbangan yang membuatku tak memakai plugin yang juga bagus itu. Coba ntar aku lihat2 lagi Spam Karma terbaru. Atau ada yang punya usul penyelesaian yang lain?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan, ini bukan yet another story tentang para blog selebs and comment-whores who love &#8217;em &trade; Udah eneg aku. Tapi ini salah satu cerita kecil tentang pertempuran abadi abad informasi ini, perang melawan spam&#8230; Salah satu konsekuensi mempunyai situs sendiri adalah kita harus melakukan segala sesuatunya sendiri, terhadap sistemnya dan terhadap kontennya juga. Beberapa waktu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":962,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[18,65],"class_list":["post-235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-technology-talk","tag-blog","tag-technology"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1792,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235\/revisions\/1792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}