{"id":260,"date":"2007-05-04T16:00:25","date_gmt":"2007-05-04T09:00:25","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2007\/05\/04\/sentai-opening-compilation\/"},"modified":"2026-01-06T03:04:12","modified_gmt":"2026-01-06T03:04:12","slug":"sentai-opening-compilation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2007\/05\/04\/sentai-opening-compilation\/","title":{"rendered":"Sentai Opening Compilation"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/goggle-v.jpg\" alt=\"Goggle V\" \/><\/p>\n<p>Sentai lho! bukan hentai !:d Apa itu <strong><a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Super_Sentai\">Sentai<\/a><\/strong>? Secara umum yang disebut dengan Sentai adalah serial <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Tokusatsu\">tokusatsu<\/a> (hero) dari Jepang yang berwujud kelompok (biasanya berjumlah 5 orang) yang bisa berubah wujud menjadi sosok hero warna-warni :d. Serial Sentai merupakan serial Tokusatsu yang paling banyak jumlah serinya, sebanding dengan serial tokusatsu yang lain yaitu Kamen Rider series. Serial Sentai di Indonesia lebih dikenal dengan adaptasi versi Amerikanya yang populer dengan <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Power_Rangers\">Power Ranger<\/a>. Sedangkan serial Kamen Rider yang ngetop di Indonesia adalah <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Kamen_Rider_BLACK\">Kamen Rider Black<\/a> \/ <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Kamen_Rider_BLACK_RX\">Black RX<\/a> yang tayang tahun 90-an dulu.<\/p>\n<p>Serial sentai sendiri sudah berjalan cukup lama, sejak tahun 1975, dimulai dengan serial <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Himitsu_Sentai_Goranger\">GoRanger<\/a> dan sampai yang terbaru tahun 2007 ini, <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/J%C5%ABken_Sentai_Gekiranger\">Gekiranger<\/a>. Bagiku pribadi, yang paling nyantol dari sekian serial sentai yang aku tonton adalah <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Dai_Sentai_Goggle_V\">Dai Sentai Goggle V<\/a>, yang dulu sempat ngetop semasa aku kecil. Pokoknya nggak gaul deh kalo belum nonton Google V. Nontonnya pun dulu di rumah tetangga, sebelum punya mesin video Betamax, karena formatnya-pun masih kaset pita VHS. Koleksinya tak cukup sampai disitu saja, dulu aku sempat punya baju, wayang2an, topeng dugderan, kaset theme song-nya (original!), serta beberapa mainannya. Pokoknya nostalgic bgt deh :d<br \/>\n<!--more--><br \/>\nEntah dibilang <em>childish<\/em> atau apa, tapi serial tokusatsu dengan <em>core<\/em> ceritanya di mana si baik menghalau si jahat (atau si keren meghajar si jelek) :p menurutku jauh lebih mendidik daripada tontonan yang ada sekarang. Tokusatsu membiarkan anak-anak percaya pada mimpi, pada dirinya sendiri, dan menghargai betapa berharganya semangat dan nilai juang. Mungkin inilah juga yang turut membentuk karakter orang jepang saat ini, diperbolehkan mempercayai mimpinya, dan lihatlah apa yang bisa mereka capai saat ini. Cerita tentang kebenaran dan kebajikan, dan bagaimana kerennya kita mempertahankannya adalah suatu hal yang akan menjadi sangat aneh dan wagu kalo di Indonesia. Terbukti dengan tidak begitu suksesnya cerita macam Saras dan Panji si Manusia Millenium. Entah memang kualitasnya yang tidak memenuhi harapan atau memang pblik tidak bisa menerima cerita yang dianggap klise seperti itu.<\/p>\n<p>Mungkin karena kondisi negara yang sedemikian parahnya ini, tak ada lagi yang percaya cerita2 muluk seperti itu, tak ada yang mau mengikuti prinsip yang &#8220;merugikan&#8221; seperti itu, yang penting adalah keuntungan dirinya, dan sebanyak-banyaknya! Tak ada lagi kebanggaan tentang apa yang mereka lakukan. Atau lebih parahnya, mereka bangga akan hal memalukan yang mereka lakukan! Lihat saja koruptor2 itu, seharusnya sejak kecil mereka diterapi tontonan tokusatsu! :d Dan kalau aku bilang koruptor, jangan kira kamu aman wahai pembaca, coba temukan korupsi2 kecil di tiap keseharianmu (dan aku). Marilah berjuang demi kebenaran dan keadilan. wuahaha!!!!<\/p>\n<p>Sebelum postingan ini jadi semakin OOT, langsung saja.. aku dapat link clip opening semua serial sentai dari tahun 1975 sampai dengan terbaru saat ini (2007), dari milis <a href=\"http:\/\/id-anime.info\">id-anime<\/a>. Credit goes to <a href=\"http:\/\/idban.wordpress.com\/2007\/05\/02\/bernostalgia-dengan-opening-sentai\/\">Idban<\/a>. Silahkan disedot aja :<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/gudangupload.com\/filelink.php?filecode=994e23a6637c2dd22551f8e8da09d8d868cca5f7ebff8be5f960ea46bb126d92\"><strong>Super Sentai Opening Compilation<\/strong><\/a> via GudangUpload [268 MB]<\/p>\n<p>Resolution: 640\u00d7480<br \/>\nDuration: 43:54 minutes<br \/>\nSelamat menikmati \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sentai lho! bukan hentai !:d Apa itu Sentai? Secara umum yang disebut dengan Sentai adalah serial tokusatsu (hero) dari Jepang yang berwujud kelompok (biasanya berjumlah 5 orang) yang bisa berubah wujud menjadi sosok hero warna-warni :d. Serial Sentai merupakan serial Tokusatsu yang paling banyak jumlah serinya, sebanding dengan serial tokusatsu yang lain yaitu Kamen Rider [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1047,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[52],"class_list":["post-260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opiniku","tag-otaku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=260"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1770,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions\/1770"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}