{"id":286,"date":"2007-11-21T19:47:19","date_gmt":"2007-11-21T12:47:19","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.budiyono.net\/2007\/11\/21\/pameran-lukisan\/"},"modified":"2026-01-06T03:03:16","modified_gmt":"2026-01-06T03:03:16","slug":"pameran-lukisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/2007\/11\/21\/pameran-lukisan\/","title":{"rendered":"Pameran Lukisan"},"content":{"rendered":"<p>Selamat datang di gallery seni boku_baka, pada pameran kali ini saya akan memperkenalkan tiga buah masterpiece maha karya visual yang rasanya sayang untuk dilewatkan.<\/p>\n<p><em><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/black_painting_01.jpg\" alt=\"lukisan\" \/> <\/em><\/p>\n<p><strong>Gagak<\/strong><br \/>\nLukisan ini menceritakan perjalanan seekor burung gagak yang terbang di langit dengan mata tertutup, menembus malam yang gelap ketika gerhana bulan pula. Ia mempercayakan jalan hidupnya saat itu pada indera-inderanya, pada bersit pantulan di kornea mata, desah bunyi, maupun semilir angin pada bulunya. Baginya saat itu cahaya adalah kebutuhan tersier, ada juga boleh, tidak ada juga tak mengapa. Toh ia percaya akan hidup, akan dirinya sendiri.<\/p>\n<p><!--more--><br \/>\n<em><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/black_painting_02.jpg\" alt=\"lukisan\" \/> <\/em><\/p>\n<p><strong>Intan Berlian<\/strong><br \/>\nLukisan ini menggambarkan bagaimana indahnya proses alam yang terjadi dalam perut bumi. Berawal dari material carbon hitam dekil yang perlahan berubah menjadi benda terkuat sekaligus terindah, berlian. Keindahan yang konon akan bertahan selamanya itu, tentu tidak datang seketika, ada pengorbanan tentunya. Sebutlah misalnya gas <em>nitrogen<\/em> yang terperangkap dalam carbon akan membuatnya bersinar benderang kekuningan, sedangkan gas <em>boron<\/em> akan membuatnya memiliki warna biru tua yang anggun memukau. Kedua pasangan ini, carbon dan gas yang dengan setia menemaninya bahkan melampaui 3 milyar tahun, menahan tekanan sampai 60 kilobar dalam kedalaman 200 mil, betapa beban berat yang ditanggung oleh pasangan ini&#8230; cahaya adalah kemewahan yang tak mungkin mereka dapatkan, tidak sampai mereka kahirnya keluar dari bumi, menyatu, dan ditakdirkan untuk bermandikan cahaya selamanya.<\/p>\n<p><em><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/i18.photobucket.com\/albums\/b122\/boku_baka\/black_painting_03.jpg\" alt=\"lukisan\" \/> <\/em><\/p>\n<p><strong>Bersama Kekasih<\/strong><br \/>\nPasangan kekasih dalam lukisan ini sedang dimabuk oleh indahnya cinta. Dalam peraduannya yang gelap gulita, tak sanggup mereka saling menatap rona wajah pasangannya. Lagipula luapan cinta mereka tak lagi membutuhkan indera penglihatan sebagai pembuktian. Ketentraman telah mereka dapatkan dari sentuhan. Dalam ketiadaan cahaya, kebahagiaan yang menjura malah membanjiri hati mereka.<\/p>\n<p>&#8211;<br \/>\nya ya aku juga bingung.. ini sebenarnya nulis tentang apa sih ya??<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat datang di gallery seni boku_baka, pada pameran kali ini saya akan memperkenalkan tiga buah masterpiece maha karya visual yang rasanya sayang untuk dilewatkan. Gagak Lukisan ini menceritakan perjalanan seekor burung gagak yang terbang di langit dengan mata tertutup, menembus malam yang gelap ketika gerhana bulan pula. Ia mempercayakan jalan hidupnya saat itu pada indera-inderanya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[66],"class_list":["post-286","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opiniku","tag-thought"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=286"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1746,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/286\/revisions\/1746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/budiyono.net\/blog\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}